You and I [Oneshot/Songfic]

artwork2

You and I Storyline by ainayanf|

Main Cast: Kim Jong-In a.k.a Kai with Lee Jieun a.k.a IU|

Genre: romance, sad|

Rating: Teenager|

Length: Oneshot|

Created: June, 2nd 2013|


 —–

Jieun berlari menuju Kai yang tengah bermain ayunan. “Ini aku membawa ice chocolate beku dan anggur dari kulkas,”

“untuk apa?” tanya Kai polos. Walaupun sudah memasuki Sekolah Menengah Atas sikap mereka masih sangat kekanak-kanakan.

“untuk dimakan pabo!” Jieun geram, Ia menjitak dahi Kai.

Kai mendekati Jieun yang duduk di lesehan sebrang ayunan.“mwo? Dimakan? Dasar yeoja aneh! Anggur dan ice chocolate?!”

“coba dulu! Aku pernah mencoba perpaduannya dan itu enak!” Jieun menyodorkan anggur dan sebuah tempat minum berisi ice chocolate beku buatannya ke arah Kai.

“Sebentar, kau tadi mengataiku yeoja aneh! Lalu,kenapa kau mau saja berteman dengan yeoja aneh?” Jieun menunjukkan muka polosnya yang membuat banyak orang gemas.

“eum, mungkin karena aku juga namja aneh? Jadi aku dekat dengan yeoja aneh juga sepertimu,” kata Kai disela-sela mencicipi anggur dan ice chocolate beku buatan Jieun.

Lalu, Kai mencolek pipi Jieun seperti biasanya.

mashitta! Jieunnie  yang aneh gomawo!” kata Kai dengan seringaiannya.

eung, tetapi tidak usah pake embel-embel aneh!” Jieun mempersiapkan ancang-ancang untuk mengejar Kai. Kai pun segera mungkin berlari, menghindar dari kejaran Jieun yang tidak bisa disebut main-main.

—–

Jieun mencoba mengontrol detak jantungnya yang selalu berlebihan ketika Kai mencubit pipinya ataupun mencolek hidung maupun pipinya. Setelah itu, pipinya terasa memanas. Ia mencoba bersikap setenang mungkin, Ia menyembunyikan getaran aneh itu. Ia hanya menyimpannya sendiri. Ia sendiri juga tidak menyadari sejak kapan getaran-getaran aneh itu muncul.

Kai dan Jieun sudah bersahabat akrab sejak kanak-kanak. Mereka sering ke sebuah taman yang mereka sendiri namakan ‘JJ Garden’ —–Jongin-Jieun Garden.  Jieun sering bereksperimen, memasak, dan suaranya juga merdu. Kai sendiri sering bermain basket atau menari.

Dan Kai lebih suka dipanggil dengan panggilan Kai daripada Jongin. Ia hanya menggunakan nama Jongin saat di rumah saja. Yang memanggilpun hanya Ayah dan Ibunya saja.

Mereka sering menceritakan banyak hal, namun tak satupun dari mereka yang pernah menceritakan tentang masalah cinta. Jieun berpikir Ia tidak mau mencampuri persahabatan mereka dengan cinta. Sedangkan, Kai memang kurang terbuka.

—–

Mungkinkah aku menyukai KaiKalau getaran-getaran aneh itu bukan cinta, lalu itu apa? Apakah aku harus memeriksakan diri ke dokter, untuk menanyakan apa yang bermasalah dengan debaran jantungku? Pikir Jieun watados.

Ah, Jieun memang terlalu lugu, mungkin nanti sepulang sekolah Ia akan menyempatkan diri ke toko buku, untuk mencari buku untuk permasalahannya ini.

“Haaa!”

Jieun terlonjak kaget, lamunanya seketika buyar. Kai mengagetkannya tadi. Kini ia melihat sosok Kai tengah duduk di sampingnya.

yeoja aneh, melamun saja,”

Anio,”

“Oh, nanti ke JJ Garden ne?” ajak Kai bersemangat.

“sorean saja ya, aku mau ke toko buku sepulang sekolah nanti,”

“ke toko buku? Aku ikut!” sahut Kai.

“baiklah,” Jieun mengangguk.

“kan aku sahabatmu yang paling tampan sekaligus jadi pelindungmu Jieunnie haha,”

Hati Jieun mencelos, oh, kata-kata Kai barusan membuat jantungnya berdetak lebih cepat lagi.

—–

“kau.. membeli buku ‘Ciri-ciri orang jatuh cinta’?  Kau sedang jatuh cinta Jieunnie?” tanya Kai tak percaya.

Jieun hanya menghela nafas, “memangnya tidak boleh ya?”

“hihi, tidak apa-apa. Berarti, sahabatku normal, sedang jatuh cinta haha,”

Jieun mengerucutkan bibirnya, Ia kesal dengan Kai. Kai yang melihat perubahan di wajah Jieun mengacungkan v-signnya.

Ia dan Kai tidak mungkin berkejar-kejaran di toko buku seperti ini.

—–

Setelah Jieun membaca buku yang tadi Ia beli, Ia masih menunggu seminggu lagi untuk memastikan perasaannya, benar  cinta.

Kini Ia bergegas menuju JJ Garden, Ia tidak mungkin melupakan janjinya dengan Kai. Ia bergegas mengenakan Rouge Neck Cute Knit  berwarna peach dan daisy skirtnya.

Mianhae, Kai aku terlambat hehe,” Jieun menunjukkan cengir kudanya.

Gwaenchanha, kau.. tidak membawa makanan?” tanya Kai heran karena tidak melihat makanan yang biasa Jieun bawa.

“Hehe, aku tidak sempat memasak tadi,”

Kai memuncungkan bibirnya, “hihi, peace Kai, jangan marah,”

Angin kencang menemani kebersamaan Kai-Jieun. Petir mulai bergumuruh. “Kai! Sepertinya mau hujan,”

Kai mendongakkan kepalanya. “ne, sepertinya begitu,” tepat setelah itu rintik-rintik hujan turun dari langit.

Kai melepaskan varsity yang ia kenakan lalu menyampirkannya di badan Jieun, lalu mereka berlari menerobos hujan yang belum terlalu deras.

Jieun hanya mengikuti langkah Kai, Kai bukan membawa langkahnya pulang. Namun.. ke Kedai Ramyeon yang lumayan dekat dari Rumah mereka.

“Mari kita menghangatkan diri dahulu, ah. Jieun badanmu bergetar, kau menggigil ya?” kilatan kekhawatiran terpancar jelas di bola mata kelam Kai.

“Sebentar kupesankan teh hangat, tunggu ya!”

Beberapa saat kemudian Kai datang dengan segelas teh hangat.  Jieun meneguk sedikit demi sedikit, hingga tehnya kini habis.

“Sudah merasa lebih baik?”tanya Kai.

Jieun menganggukkan kepalanya pelan.

“Kau mau ramyeon?” tanya Kai lagi.

Lagi, Jieun hanya mampu menganggukkan kepalanya lagi/

“Sebentar, kupesankan dulu,” Punggung Kai menghilang dari pandangan Jieun. Jieun tersenyum kecil karena perhatian Kai. Ah Kai ternyata sangat perhatian dibalik sifat jahilnya.

Kai kembali ke meja, “pesanannya nanti akan diantar,”. “Kau sudah terlihat lebih baik, hihi good girl,” sambung Kai, lalu mengacak rambut Jieun.

Getaran itu kembali menghampiri Jieun.

Tadi ia merasa kedinginan, namun sekarang Ia merasa hangat,  pipinya mulai memanas.

—–

Seperti sore-sore yang lalu, Jieun  kembali menginjakkan kakinya ke JJ Garden. Ia membawa satu stoples cookies buatannya. Tadi tidak ada tugas, jadi Ia menyempatkan diri untuk membuat cookies untuk Kai. Sudah lama ia tidak membuat cookies.

Kai belum sampai rupanya, inilah rekor tercepat Jieun sampai di JJ Garden, biasanya Kai selalu datang lebih dulu.

“Kai!”

“Jieun!”

Panggil mereka bersamaan ketika Kai melihat Jieun maupun sebaliknya.

“Aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu,” ujar Kai dengan senyum mengembang.  Gestur tubuh Kai menyuruh Jieun mengikuti Kai.

Jieun mengikuti langkah Kai, berjalan di belakang Kai, tidak terlalu jauh juga sih..

“Kau tau? Aku menyukai seorang gadis,” kata Kai setelah menghempaskan tubuhnya di rumput-rumput. Jieun kembali mengikuti apa yang Kai perbuat.

Jieun kaget  bukan main.Tumben sekali Kai berbicara masalah percintaannya, Siapakah gadis itu?

“Dia satu kelas denganku,” kata Kai lagi dengan wajah masih tersenyum lebar.

Jieun merasakan jantungnya berdetak lebih cepat.

“Dia.. aku sudah lama menyukainya, kau mau tau siapa orangnya?” Kai menoleh ke arah Jieun Jieun sendiri saat itu sedang menunduk.

Eung,”

“Dia, Shin—“

Bukan marga Lee yang ia sebut, bukan. Cukup Kai. Cukup, batin Jieun.

“—Shin Nayoung,” kata Kai  dengan senyum mengembang, lalu menatap  Jieun, untuk mengetahui reaksi sahabatnya itu.

Reaksinya tidak seperti yang Ia duga, Kai menduga Jieun akan senang atau meledeknya.

Namun, Jieun malah menggigit bibir bawahnya. Perih.Sesak. Ia meremas kantung kresek yang berisi stoples cookies yang Ia buat special untuk Kai itu.

Kai merasa aneh dengan Jieun, “kau baik-baik saja?”

“hah?aku baik-baik saja Kai,” suara Jieun  Ia buat seakan tidak ada apa-apa. Padahal jelas-jelas Ia sedang ada apa-apa.

Kai menatap Jieun bingung, lalu menatap kantung kresek itu bergantian. “Di kantung itu isinya apa? Aku buka ya!” pinta Kai tenang. Jieun tidak apa-apa, pikirnya.

Jieun hanya mampu menganggukkan kepalanya. Matanya mulai terasa memanas. Namun,buru-buru Ia mendongakkan kepalanya—untuk menahan airmatanya agar tidak jatuh.

“Wah, cookies! Jieunnie baik sekali, aku makan ne?”

eung, makanlah Kai,”

Sebelum memakan cookies itu, Kai memeluk Jieun erat. Hati Jieun kembali bergetar hebat. “gomawo Jieunnie,” bisik Kai tepat di telinganya.

Jieun menganggukkan kepalanya, memejamkan wajahnya, lalu mengeratkan pelukannya.

Fighting Kim Jong-In kau pasti bisa mendapatkan Shin Nayoung, pasti,” bisik Jieun kepada Kai.

“Dan kau akan tetap menjadi sahabat terbaikku,” Kai melepaskan pelukannya.

Ia tersenyum lebar pada Jieun, sedangkan Jieun mencoba tersenyum dengan bibir bergetar, sebisa mungkin Ia menunjukkan senyumnya dikala Ia sangat-sangat menyedihkan.

“Jieun, makan juga cookiesnya!” ajak Kai.

Shireo, kau saja, aku membuatkannya special untukmu Kai,” Jieun menolak, mood makannya hilang begitu saja, setelah pernyataan Kai tadi.

“Serius? Baiklah, aku saja yang makan ya! Sekali lagi terimakasih!”

“Iya, sama-sama Kai,” terimakasih juga, untunglah aku belum sempat mengutarakannya. Kalu begitu pasti akan lebih sakit. Lebih baik begini. Kita memang hanya ditakdirkan untuk bersahabat, tak lebih dari itu. Sekali lagi terimakasih. Yeah, dan aku akan menjadi sahabat terbaikmu.

END

Please don’t be silence reader, plagiarism and bash nai fanfiction. Our comment is nai spirit:_)  mianhae also gomawo *bow

 

 

 

 

Advertisements

8 responses to “You and I [Oneshot/Songfic]

  1. Aku gak tau kalo saeng punya ff castnya IU ._.<-gak tau diri
    Lucu kok ceritanya, gak tau kenapa eonni sampe senyum-senyum sendiri bacanya 🙂
    Sadnya juga dapet kok, keep writing nai saeng 😀

    • wah.___. aku ga nyangka eonni bakal baca plus comment di ff abal itu>w< cie senyum2, heheXD sadnya dapet? duh, bener deh aku gapernah bisa bikin ff sad:( padahal pengen bisa, dan biasanya dapet ide ff itu sad mulu *curcol* gomawo eonni, eonni keep writing juga!

      • haha sama aja kayak eonni, banyak terinspirasi cerita temen-temen yang galau, tapi eonni gak punya waktu mulu buat nulisnya ._. *ikut curcol*
        siip deh 😀

Give y'r naispirit.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s