Butterfly Girl Chapter 2(END).[Twoshot/a bit of songfic]

butterfly-girl-for-ainayanf-poster-picture

Butterfly Girl Storyline by: ainayanf|

Main cast: Do Kyungsoo a.k.a D.O with Goo Nara(OC)|

Genre: romance, sad|

Length:  Twoshot|

Inspired Song: EXO- Don’t Go|

Previous Chapter: Chapter 1 | Chapter 2|

Jeongmal gomawo for my lovely eonni, Deby Eonni for an awesome artwork.love. 

anyway happy reading guys!

~~

Goo Nara,  Gadis itu memperkenalkan dirinya, setelah seminggu mereka mengenal. Karena Kyungsoo tidak pernah menanyakan siapa nama Gadis itu.

Nara, nama yang indah, pikir Kyungsoo.

Dua minggu belakangan mereka lewati dengan  mengerjakan tugas bersama, menunggu sunset dari taman belakang, dan banyak lagi.

Kyungsoo sendiri setiap hari membuat rangkaian kata-kata yang akhirnya menjadi sebuah lagu tentang Butterfly Girl.  Yang Ia nyanyikannya pada Nara ketika sunset  menjelang.

Hari ini adalah hari ke empat belas, inilah ending dari seluruh lyric lagu tersebut.

Take me yeah take me together with you to the place where you live

Oh even if the world ends, I’ll follow you

Oh no don’t go out of my sight

Even when the morning comes, don’t disappear oh

A small wave of your hand makes a whirlwind strike in my heart
(EXO- Don’t Go)

Nara terhanyut dalam bait tersebut, juga terhanyut dalam kelembutan suara Kyungsoo. Ia berharap menjadi Butterfly Girl yang diceritakan Kyungsoo dalam lagu itu.  Duduk seperti waltz, begitukah?

Kyungsoo membuat lagu ini sambil terus mengingat Nara, Ia tersenyum kecil. ‘Cinta yang menyapa tanpa diketahui dan muncul tanpa peringatan?’ Ia terkekeh sendiri. Mungkin, Ia sedang menyindir dirinya sendiri melalui lagu tersebut.

Dan benar, Ia telah terjatuh pada pesona Butterfly Girl—seperti yang Ia tulis di salah satu bait.

Keduanya kini tengah sibuk pada pikirannya masing-masing. Merenungi setiap bait lagu tersebut. Sampai, akhirnya Kyungsoo buka mulut “Nara-ya. Sunsetnya sebentar lagi,”

“ah, nde.

“Hana..Dul..Set,” sahut Kyungsoo dan Nara kompak. Tepat di hitungan ketiga, terbenamlah Sang Surya.

—–

“Kyungsoo-ya,” panggil Nara pelan. Mereka berdua.. seperti biasa sedang berada di Taman Belakang. Kyungsoo yang sedang melamun berjalan gontai ke arah Nara “ada apa?”

Ia menangkap ekspresi serius dari wajah Goo Nara. Ada apakah gerangan?

“Aku..” suara Goo Nara tercekat, Ia menelan ludah sekali lalu berusaha melanjutkannya “Aku, mengidap..hm penyakit leukemia,”

Ia tahu, ini memang sulit. Mau tak mau iya harus dan pasti memberitahu ini pada Kyungsoo. Sebelum semuanya terlambat.

Kyungsoo membulatkan matanya, kaget. “Jangan bercanda Nara-ya,” dengus Kyungsoo dengan nada tak percaya.

Nara tersenyum tipis, lalu menatap Kyungsoo “untuk saat ini aku sedang tidak bercanda Kyungsoo-ya. Aku serius,” Ia menarik nafasnya dalam lalu kembali melanjutkan.“Satu lagi, leukemia ku memasuki stadium akhir,”

Kyungsoo masih menatapnya tak percaya. Melihatnya ditatap seperti itu Nara menundukkan kepalnya, matanya mulai terasa memanas. Nafasnya kembali tercekat.

Kyungsoo tidak kuat melihat Nara yang terlihat begitu rapuh, Ia menangkupkan kedua tangannya di pipi Nara. Nara memejamkan matanya, sebulir air matanya terjatuh.  Kyungsoo benar-benar tidak kuat, Ia membawa tubuh lemas Nara ke dalam pelukannya yang hangat. Nara merasa sedikit bebannya mulai meluap. Ia membalas pelukan Kyungsoo.

Kyungsoo membelai rambut Nara pelan, berulang-ulang dan membuat Nara memejamkan matanya lalu menggumam dalam hati. Untuk yang terakhir kalinya. Tuhan, tolong aku, biarkanlah di saat-saat terakhirku, aku masih bisa bersamanya, merasa bahagia walau hanya untuk sesaat. Kumohon.

Masih dengan memeluk Nara, Kyungsoo mendekatkan diri menuju puncak kepala Nara, menghirup aroma shampoo strawberry rambut Nara, mecngecup puncak kepala Nara selama beberapa saat. “Saranghae,”bisik Do Kyungsoo.

Kyungsoo menatap Nara intens. Menatap bola mata berwarna coklat kelam jernih itu. Memperhatikan setiap sudut wajah Nara yang begitu mempesona. Memperhatikan Nara yang kini tengah menggigit bibir bawahnya.Gugup. Ya, Nara gugup ditatap oleh Kyungsoo sebegitu intensnya.

Setalah menelan ludahnya, Nara kini berani menatap Kyungsoo, selama beberapa saat mereka saling bertatapan. Terlalu nyaman dengan posisi ini. Nara memejamkan matanya “Nado Saranghae, Do..Kyung..Soo,”

Sesaat kemudian tubuh Nara terkulai ke belakang dengan mudahnya. Menyentuh rumput-rumput taman yang memeliki sejuta kenangan ini. Kyungsoo meraba pergelangan tangan Nara untuk merasakan denyut nadinya. Namun, urat nadi Nara sama sekali tak berdetak. Tetap diam.  Butterfly Girlnya… namun, setidaknya Kyungsoo tahu bahwa Nara juga mencintainya yeah.

 END

wks

Kyaa~ Fine! Sad gagal-_- Annyeong Haseyo~! Nai’s back. Akhirnya end juga Butterfly Girl /standing ovation-_-/ wks. Gimana endingnya? Menurut nai aneh banget. Nai gadapet feel. Jadi, ya hasilnya abstract gini deh:{ mianhae naistalk *bow. Itu nai sisipin instrumental B2ST yang On Rainy Day, sebenernya itu suasananya ga Rainy sih, tapi menurut nai feelnya dapet(?)lah. Sekian cuap-cuap gajenya nai. please don’t be a silence reader, please leave your comment. Don’t bash, plagiarism, take the idea of nai story. Mianhae also Gomawo *bow

hem

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

3 responses to “Butterfly Girl Chapter 2(END).[Twoshot/a bit of songfic]

  1. Aigooo~~~ bagus! cuma nih ya, nai… sad-nya kurang. wks. tapi, itu udah bagus kok! gak sad gagal kok! fighting!

Give y'r naispirit.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s